Transformasi Peran Pemuda dalam Kepemimpinan Bangsa

Foto Anies Baswedan dan salah satu relawan Turun Tangan di sela-sela makan siang, Kamis (24/4) di Warung Apung rawa Jombor, Klaten. (Dok/Gunawan Giatmadja)

Foto Anies Baswedan dan salah satu relawan Turun Tangan di sela-sela makan siang, Kamis (24/4) di Warung Apung rawa Jombor, Klaten. (Dok/Gunawan Giatmadja)

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Itulah kalimat presiden pertama Republik Indonesia–Ir. Soekarno–yang menggambarkan betapa pentingnya peran pemuda dalam mengubah negeri ini menjadi lebih baik. Pemuda adalah harapan bangsa di masa depan, apa yang mereka lakukan hari ini akan memengaruhi keadaan di masa mendatang.

Di era sekarang, sejatinya kita amat membutuhkan pemimpin yang menggerakkan, bukan melayani. Pemimpin yang mampu menggerakkan adalah pemimpin yang mampu memimpin negeri ini menjadi lebih baik. Salah satu yang harus digerakkan adalah para pemuda, karena pemuda adalah harapan bangsa. Hal ini ditunjukkan pula dalam sepenggal syair dari lagu ‘Bangun Pemudi Pemuda’ karya Alfred Simanjutak, “Masa yang akan datang kewajibanmulah, menjadi tanggunganmu terhadap nusa, menjadi tanggunganmu terhadap nusa ….” Pada penggalan syair tersebut, A. Simanjuntak ingin menegaskan bahwa masa yang akan datang adalah kewajiban para pemuda-pemudi Indonesia. Ketegasan tersebut jelas ditunjukkan pada syair “Menjadi tanggunganmu terhadap nusa” yang diulang dua kali agar para pemuda serta pemudi Indonesia terbuka matanya bahwa masa depan negeri ini ada di tangan mereka, ini sebuah kewajiban!

Peran pemuda sangat dibutuhkan untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik, seperti yang telah dibahas oleh Anies Baswedan, Ph. D (Penggagas Indonesia Mengajar) dalam “Seminar Nasional Transformasi Peran Pemuda dalam Kepemimpinan Bangsa” pada Kamis (24/4) lalu di Pendopo Kabupaten Klaten.

Peran penting pemuda menurut Anies Baswedan diklasifikasikan menjadi dua, yaitu peran kekinian dan peran masa depan.

  1. Peran Kekinian

Anies, sapaan Anies Baswedan, menuturkan bahwa pemuda sebaiknya memiliki multiple role. Ketika seorang pemuda berstatus mahasiswa, sebaiknya bukan hanya bertindak sebagai mahasiswa saja, namun juga aktif dalam organisasi-organisasi kampus. Indeks prestasi komulatif yang tinggi dari seorang mahasiswa hanya dapat mengantarkan mereka di ruang wawancara saja, selebihnya kemampuan komunikasi dan jiwa leadership-lah yang menentukan. Beliau mengatakan bahwa alangkah lebih baiknya perkuliahan dibarengi dengan mengikuti organisasi-organisasi kampus yang bersifat baik.

  1. Peran Masa Depan

Kita telah memasuki era global sebagai bagian dari dunia, sehingga peran pemuda juga harus berorientasi ke arah tersebut. Di era serba canggih seperti sekarang ini, tidak terlalu sulit jika ingin melihat dunia. Terlebih dengan adanya media sosial yang semakin berkembang, kita bisa dengan mudah mengetahui apa yang tengah terjadi di luar negeri, serta juga bisa bersahabat dengan orang-orang dari negara lain. Oleh karena itulah, sebagai bagian dari manusia global harus mau mempelajari bahasa internasional. Di samping itu, kita juga harus bangga mempunyai bahasa pemersatu bangsa, yaitu bahasa Indonesia, mengingat beragamnya bahasa dari beberapa suku bangsa di Indonesia. Jadi, sebagai pemuda lokal/daerah yang tinggal di negara yang penuh dengan kebinekaan, selain mampu menguasai bahasa lokal dan nasional, sebaiknya juga mampu menguasai bahasa internasional untuk bisa ikut berperan menjadi pemuda masa depan.

Untuk menjajaki peran masa depan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:

  1. Integritas, yaitu keutuhan antara pikiran, perilaku, serta sikap kejujuran untuk menuju kea rah yang benar.
  2. Kompetensi, yaitu kemampuan yang dimiliki bukan saja berada pada level apa adanya, melainkan harus berada pada level tertinggi.
  3. Membangun jaringan yang luas (terlebih dengan berkembangnya teknologi, maupun media sosial).
  4. Menguasai bahasa internasional.

Masalah terbesar negeri ini adalah maraknya korupsi serta integritas yang minim. Money politic bisa menjadi akar terlahirnya para koruptor. Maka dari itu, mengenali calon pemimpin negeri itu sangat penting. Jika ada orang baik masuk ke dalam politik, maka sebaiknya kita mendukungnya. Selain itu, pemuda seharusnya optimis dalam melakukan kegiatan positif untuk negeri ini. Mungkin akan banyak orang memberikan nada sinis terhadap tindakan baik yang dilakukan untuk negeri ini, namun cara terbaik adalah memberi pembuktian bahwa yang kita lakukan tidak akan sia-sia.

Pemuda harus aktif serta memiliki karakter untuk ikut turun tangan membenahi negeri ini. Seperti yang telah dipaparkan oleh Anies, karakter tersebut terdiri dari tiga hal, yaitu:

  1. Moral, harus memiliki moral yang jelas.
  2. Oposisi, selalu berpikir kritis untuk kemajuan negeri.
  3. Intelektual, berbicara tegas, keras, tapi harus ada dasar intelektualnya.

Sebagai pemuda memang seharusnya memikirkan masa depan bangsa ini serta berani ikut serta membenahi negeri ini. Apa yang kita lakukan hari ini sangat memengaruhi masa depan kita. Berhenti skeptis, mulai optimis!

“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)

Penulis: Gunawan Giatmadja

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s