Pasca Pertandingan Crystal Palace vs. Liverpool Hari Ini

Hari ini, Selasa, 6 Mei 2014 adalah hari yang amat menyedihkan bagi saya, mungkin juga bagi Kopites–pendukung Liverpool–di seluruh penjuru dunia. Setelah Minggu lalu kami dibuat frustasi oleh parkir dobel bus dan ulur-ulur waktu yang dilakukan oleh Chelsea sehingga Liverpool kalah 0-2, hari ini hasil menyedihkan kembali terulang. Bertandang ke kandang Crystal Palace, Liverpool hanya mampu meraih hasil imbang dan membuat mereka semakin sulit merengkuh trofi liga Inggris musim ini.

Di babak pertama Liverpool berhasil mencetak satu gol melalui sundulan kepala Allen, kemudian di babak kedua Liverpool kembali mencetak dua gol melalui kaki Sturridge dan Suarez. Ya, Liverpool memimpin 3 gol atas Palace. Namun petaka itu datang, Liverpool yang sibuk berusaha mencetak gol lagi, malah kecolongan gol. Gol pertama mereka mungkin kami anggap sebagai kelengahan sementara Liverpool. Namun tidak, Liverpool kembali kecolongan sehingga skor berubah menjadi 2-3. Setelah gol kedua mereka, seluruh pendukung Palace mulai bersorak memberikan dukungan lebih. Atmosfer pertandingan berubah, bukan Liverpool yang memegang kendali pertandingan, melainkan Palace. Ini soal mental, ya, alhasil mereka mencetak gol lagi, skor berubah begitu cepat 3-3. Ini sungguh menyedihkan dan mencengangkan! Awalnya kami telah memimpin 0-3, namun mereka mampu mengejarnya yang membuat perjalanan tim kami semakin berat menuju tangga juara.

Semenjak kemenangan atas City beberapa pekan lalu, serta air mata Gerrard, saya merasa juara liga Inggris musim ini telah berada di genggaman kami. Tahun 2009 silam, asa dan peluang kami untuk menjuarai liga Inggris terbuka lebar. Kami mampu menjadi juara paruh musim kala itu, namun kami gagal meraih kemenangan-kemenagan setelah paruh musim tersebut dan lebih sering meraih hasil imbang sehingga kami pun hanya mampu berada di peringkat kedua. Mungkin saya mengenal Liverpool bukan sebagai tim yang memiliki mentalitas liga, namun mereka adalah sebuah tim yang memiliki mental cup. Namun di musim kedua manajer Brendan Rodgers kali ini, Liverpool menjelma menjadi tim yang haus kemenangan, laga demi laga. Musim ini Liverpool memang hanya menargetkan lolos ke liga Champions, namun permainan semakin menarik ketika Liverpool benar-benar ingin memenangi setiap laga yang mereka lalui dan mampu mewujudkannya. Alhasil, #MakeUsDream, membuat kami–Kopites–bermimpi untuk menyaksikkan tim kebanggaan kami mengangkat trofi liga Inggris setelah 24 tahun trofi tersebut tak pernah mampir di Anfield.

Mungkin ini kali pertama saya menyaksikan Liverpool benar-benar ngotot ingin meraih juara liga Inggris. Mungkin ini kali pertama saya menyaksikkan Liverpool berada di peringkat paling atas dalam beberapa pekan terakhir menjelang liga Inggris berakhir. Namun, semua itu musnah ketika strategi parkir bus Mourinho menghadang Liverpool di Anfield pekan lalu. Semua musnah ketika Torres–mantan pemain Liverpool yang menjadi satu-satunya ujung tombak Chelsea–mendapat umpan dari salah satu pemain dari sepuluh pemain–termasuk penjaga gawang mereka–yang menjadi pemain belakang, untuk melakukan serangan balik cepat. Ya, alhasil kami kalah secara memuakkan. Liverpool memang kalah pada laga itu, namun perolehan poin Liverpool sama dengan perolehan poin Manchester City, hanya saja Liverpool kalah selisih 9 gol dari mereka sehingga puncak klasmen milik mereka. Kami tetap optimis City akan tersungkur di salah satu dari dua laga sisa, dan kemarin  kami berharap tim kami akan memenangi dua laga sisa sehingga mampu menjadi juara liga Inggris musim ini.

Apakah semuanya tinggal angan? Hari ini, Liverpool memperoleh hasil imbang melawan Cristal Palace yang membuat jalan kami menuju tangga juara semakin bertambah berat. Ini adalah pukulan telak bagi kami, meski Liverpool kini berada di puncak klasmen dengan perolehan poin 81 dari 37 laga, beda 1 poin dengan Manchester City yang memperoleh 80 poin dari 36 laga yang dilakoninya, dan Kamis besok mereka baru akan melakoni laga ke 37 mereka di kandang. Kita pasti ingat Golden Goal ketika Liverpool melawan Alaves pada tahun 2001 yang membuat Liverpool menjadi juara Uefa Cup; atau yang paling fenomenal adalah amazing Istanbul-nya Liverpool di final liga Champions 2005; atau perebutan piala FA yang memaksa Liverpool mati-matian mendapatkannya pada tahun 2006; atau mungkin piala yang dianggap kecil bagi sebagian orang namun bagi Kopites amat berarti, piala Carling, yang dimenangi Liverpool tahun 2012 silam. Semua piala yang direngkuh Liverpool tidak melalui jalan yang mudah. Perebutan trofi liga Inggris musim ini yang kami harapkan untuk melengkapi gelar juara sang kapten Gerrrard pun semakin menemui jalan terjal. Berharap Manchester city tersungkur di laga sisa itu cukup mustahil, namun itu bisa saja terjadi.

Saya amat terpukul atas kekalahan Chelsea pekan kemarin, dan semakin terpukul kala melihat hasil laga melawan Palace hari ini. Terlebih ketika menyaksikkan Suarez menangis tersedu-sedu kala menyadari Liverpool yang seharusnya menang pada laga ini secara tak terduga memperoleh hasil imbang.

Salah satu ekspresi bahagia Samir Nasri di media sosial Sumber: https://twitter.com/SamNasri19

Salah satu ekspresi bahagia Samir Nasri di media sosial
Sumber: https://twitter.com/SamNasri19

Meskipun salah satu pemain Manchester City senang bukan kepalang atas hasil yang diderita Liverpool hari ini, namun sebagai Kopite aku masih memiliki harapan melihat Liverpool mampu menjuarai liga Inggris musim ini. Sekalipun tak juara musim ini, setidaknya taget kembali di ajang liga Champions musim depan telah tercapai.

“Pasca pertandingan Crystal Palace vs. Liverpool hari ini, jalan untuk menjadi juara liga Inggris semakin berat, namun harapan untuk hal itu masih tetap ada #MakeUsDream. You’ll Never Walk Alone.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s