Menjadi Anak Yang Paling Payah

Sumber Foto: Youtube

Salah satu adegan di serial Doraemon “Anak yang Lebih Payah daripada Aku” (Sumber Foto: Youtube)

Pernahkah kau menjadi anak paling payah di antara teman-teman sekelilingmu, Kawan? Serial Doraemon dengan judul “Anak yang Lebih Payah daripada Aku” ini menceritakan seorang anak bernama Tame yang datang ke lingkaran pertemanan Nobita dan kawan-kawannya. Tame adalah murid baru di sekolah Nobita. Ia adalah anak yang paling payah di antara anak yang paling payah—Nobita. Dengan hadirnya Tame, Nobita merasa bahagia dan girang tak alang kepalang karena terjadi peralihan anak paling payah dari dirinya menjadi Tame. Nobita pun mengajak Tame untuk mengerjakan PR bersama di rumahnya dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa ia jauh lebih baik daripada Tame. Beberapa kali Nobita berkelakar bahwa Tame sangat lamban, tak secepat dirinya. Ketika Nobita merasa jenuh karena lambannya Tame dalam mengerjakan PR, Nobita akhirnya memutuskan untuk mengajak Tame bermain—meski PR Tame belum sepenuhnya selesai. Nobita pun mengajak Sizuka untuk bermain bersama-sama dirinya dan Tame. Mereka pun bermain balap lari, Tame dan Nobita berlari, dan Sizuka sebagai wasitnya. Balap lari tersebut tentunya dimenangkan oleh Nobita, karena Nobita paham benar bahwa Tame tak secepat dirinya. Semua itu ia lakukan untuk memuaskan jiwanya bahwa di dunia ini ada yang lebih payah daripada dirinya. Di hari berikutnya, Tame dan Nobita dihukum oleh Pak Guru karena lupa membawa buku, alhasil mereka pun dihukum untuk berdiri di depan kelas. Nobita yang telah biasa dihukum oleh Pak Guru menganggap hal tersebut adalah hal wajar, berbeda dengan Tame yang merasa amat bersalah atas apa yang telah menimpa dirinya.

“Aku selalu berusaha untuk dapat nilai terbaik, bukannya sengaja untuk tidak bawa buku,” ujar Tame bersedih.

Salah satu adegan di serial Doraemon "Anak yang Lebih Payah daripada Aku" (Sumber Foto: Youtube)

Salah satu adegan di serial Doraemon “Anak yang Lebih Payah daripada Aku” (Sumber Foto: Youtube)

Ketika pulang sekolah, Takeshi (Giant) dan Suneo mengajak Nobita untuk bertanding baseball, namun Nobita menyuruh mereka untuk mengajak Tame, seorang anak yang apabila melakukan sesuatu selalu berakhir dengan tawa. Takeshi dan Suneo pun akhirnya mengajak Tame untuk bermain baseball. Sesampainya di rumah, Doraemon memutarkan semua yang dilakukan Nobita terhadap Tame melalui alat ajaibnya, kemudian mengubah posisi Tame menjadi Nobita, dan posisi Nobita menjadi Suneo. Nobita yang menyaksikkan apa yang menimpa dirinya sama dengan apa yang menimpa Tame seketika merasa pedih hatinya. Ia pun bergegas menuju lapangan baseball untuk melihat apa yang terjadi pada Tame. Nobita terperangah ketika menyaksikkan Tame hendak dipukul oleh Takeshi karena permainan baseball-nya buruk. Dengan berani, Nobita menghadang pukulan yang seharusnya mendarat di wajah Tame. Keesokan harinya, sebuah kabar menyeruak bahwa Tame pindah sekolah ke tempat lain karena ayahnya dipindah tugaskan kembali, dan itu membuat Nobita merasa sedih karena merasa telah berlaku buruk terhadap Tame. Namun, Tame merasa sebaliknya, ia berterima kasih kepada Nobita karena telah menjadi satu-satunya anak yang bersedia menjadi sahabatnya, belajar bersama, olahraga bersama, serta menolongnya ketika hendak dipukul oleh Takeshi.

Salah satu adegan di serial Doraemon "Anak yang Lebih Payah daripada Aku" (Sumber Foto: Youtube)

Salah satu adegan di serial Doraemon “Anak yang Lebih Payah daripada Aku” (Sumber Foto: Youtube)

Berikut video selengkapnya (Serial Doraemon: Anak yang lebih Payah daripada Aku, sumber video Youtube):

Kisah Tame tersebut mengharukan, bukan? Pernahkah kau menjadi anak paling payah di antara teman-teman sekelilingmu, Kawan? Kau merasa iba melihat Tame karena ia paling payah? Tapi percaya atau tidak, kisah macam ini sering terjadi di sekeliling kita. Bisa jadi tanpa kau sadari kau juga pernah telah melakukan apa yang mereka lakukan kepada Tame, Kawan. Hahahaha ….  Belajar berempati itu memang butuh proses panjang, Kawan, atau mungkin malah kau juga pernah mengalami masa-masa sebagai pemeran utama? Orang-orang yang sejak kecil sudah biasa menertawakan orang lain butuh waktu lama untuk memahami orang-orang payah di sekelilingnya. Berbeda dengan orang yang pernah mendapatkan intimidasi (olok-olok/bully), mungkin mereka lebih peka dengan orang-orang payah di sekelilingnya. Berempati itu membutuhkan energi serta pikiran jernih, dan tidak semua orang mau serta mampu melakukan itu semua.

Dalam kasus Tame, saya berpikir bahwa bisa jadi bodoh bukan karena tidak belajar, melainkan memang lamban menyerap semuanya. Yah, tidak semua orang bisa melakukan sesuatu dengan cepat setelah belajar begitu keras, itulah mungkin yang dinamakan tidak berbakat. Ada yang lebih penting dari bakat menurut saya, yaitu menimkati. Banyak orang mengatakan semangat lebih baik daripada bakat. Benar, tapi menikmati sesuatu lebih baik untuk tetap bersemangat memperjuangkan sesuatu. Jangan sampai menjadi bodoh karena mengejar impian orang lain dan sama sekali tidak menikmatinya, tapi msti-matian memperjuangkannya hanya karena begitu menginginkan pujian. Sia-sia. Mengejar impian orang lain bisa jadi muncul tanpa kita sadari, impian-impian orang lain yang mempengaruhi alam bawah sadar bahwa impian mereka juga indah untuk diperjuangkan, hanya untu mendulang pujian orang lain, kesenangan orang lain, dan bukan menjadi diri sendiri. Si payah akan selalu payah apabila tak bisa memahami apa yang dimilikinya, potensinya, kesempatannya.

Sebagai penutup, saya ingin menuliskan kata-kata yang pernah diutarakan oleh Guru Kang dalam serial drama Korea ‘Dream High’, ia mengatakan sesuatu yang intinya semacam ini:

“Tak peduli seberapa cepat seseorang berjalan untuk meraih sesuatu yang diinginkannya, orang yang cepat memang akan lebih cepat sampai pada tujuannya, namun orang yang lamban akan lebih banyak mendulang pelajaran dalam perjalanannya.”

Sekalipun lamban, jika bersungguh-sungguh ingin mencapai sesuatu hal yang benar-benar diinginkan jiwanya, memang biasanya akan mencapainya dengan rasa puas—serta akan menikmati perjalanannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s