Gerrard Tetap Loyal

Tagar ‪#‎ThanksStevie mulai ramai sejak tadi malam. Yah, ucapan terima kasih terus mengalir kepada kapten Liverpool FC Steven Gerrard. Sebagai seorang fan dari Liverpool FC, saya sedih sekaligus lega. Setelah kepergian Gerrard ini, tak ada lagi pemain senior dalam sekuat tim. Mungkin Skertel. Atau Kolo Toure? Lambert? Itu mah pemain baru tapi sudah berumur aja.

Banyak orang membandingkan loyalitas Gerrard dengan Giggs, Scholes, Garry Nevile, atau John Terry. Perpisahan Gerrard banyak sekali menyita perhatian banyak pemain bola maupun mantan pemain bola di dunia. Apabila dibandingkan dengan perpisahan Giggs atau Scholes, mungkin Gerrard lebih bayank mendapatkan tribute. Karena saya pendukung Liverpool dan karena ini blog saya, jadi saya ingin menelaahnya. Hmm … Giggs, Scholes, Garry Neville adalah legenda Manchester United yang pensiun di MU, dan banyak orang mengatakan bahwa mereka lebih loyal daripada Gerrard. Bisa jadi benar, tapi saya tak terlalu ambil pusing dengan semua itu. Para legenda MU itu bisa pensiun di MU dengan usia yang cukup tua mungkin karena faktor manager, Sir Alex Ferguson. Bersama MU, mereka telah merengkuh banyak gelar, bisa saya katakan SAF adalah manager terbaik di liga Inggris yang saya lihat selama ini. Dan SAF selalu memberikan ban kapten ke beberapa pemain secara bertahap, dari Cantona, Roy Keane, Garry Neville, Vidic, hingga sekarang Rooney yang telah menjadi pemain senior di MU. Sedangkan Gerrard, ia selalu menjadi kapten sejak tahun 2003 dengan manager yang telah berganti-ganti. Jadi bagi manager Liverpool, mereka segan untuk mengganti kapten begitu saja, lagi pula Gerrard masih bisa dibilang hebat.

Satu hal yang membedakan loyalitas Gerrard dengan pemain loyal dari tim lain adalah, ia tetap berada di klub yang sama meskipun ada tawaran dari klub lain yang lebih menjanjikan gelar. Berharap Liverpool memperoleh gelar itu adalah sebuah bonus dari dukungan. Berbeda jika Anda menjadi pendukung MU atau Chelsea sepuluh tahun terakhir, Anda pasti menantikan gelar apa yang akan Anda dapatkan. Saya pribadi amat mengharapkan Liverpool mampu menggondol gelar secara menggebu-gebu adalah baru musim ini, dengan satu alasan, yaitu karena musim ini musim terakhir Gerrard. Tapi, hasilnya 0 tropy lagi. Meski tanpa gelar, ketika Gerrard menunjukkan keihklasannya, saya yakin seluruh kopites akan legowo, karena mereka kebanyakan lebih ingin melihat Lverpool dapat tropi karena ini tahun terakhirnya Gerrard. Liverpool gagal juara itu sudah biasa, tapi Liverpool gagal di tahun terakhir Gerrard itu rasanya menyakitkan. Tapi sudahlah.

Banyak yang mengatakan Gerrard kalah tropy liga dibandingkan pemain-pemain loyal lain. Itu sangat benar. Bahkan Schurrle yang dipinjamkan olrh Chelsea ke tim lain sengaja diundang Mourinho untuk ikut perayaan juara liga inggris musim ini bersma Chelsea. Gerrard? Tetap 0 tropy. Saya rasa sangat tidak pantas membandingkan tropy Gerrard dengan para pemain lain, kalau membandingkan tropy Liverpool dengan tim lain mungkin baru bisa. Karena bagaimana pun Liverpool bukan hanya Gerrard saja, tidak ada pemain yang lebih besar dari pada klub malah. Namun karena kalah tropy itulah banyak tribute yang disampaikan kepada Gerrard oleh para pemain kelas dunia seperti Del Piero, Fabregas, Totti, Nesta, Maldini, Arda Turan, dan lain-lain. Hal ini mungkin tidak banyak diterima oleh Giggs atau Scholes, karena memang mereka telah mendapatkan semuanya bersama SAF dan MU. Saya katakan dalam satu dekade terakhir, MU lebih sukses dibandingkan Liverpool. Bahkan untuk saat ini, MU masih mempunyai daya tarik yang tinggi untuk pemain kelas dunia berlabuh dibandingkan Liverpool. Sebut saja Depay yang memilih MU dibanding Liverpool, padahal Liverpool udah stalking doi entah sejak kapan.

Kenapa Gerrard begitu banyak menerima ucapan tribute, menurut saya karena ia mempunyai kesempatan pindah klub yang punya kans lebih besar dalam merengkuh tropi, tapi ia tidak melakukannya. Ia lebih memilih bertahan di Liverpool yang bisa dibilang tidak meyakinkan dalam meraih tropy. Liverpool ini suka sekali membeli pemain-pemain potensial. Meski demikian, pemain potensial incaran Liverpool sering kena tikung tim lain, hanya karena tim lain lebih meyakinkan dari Liverpool. Bukan berarti Liverpool tidak pernah mengincar pemain bintang, sering malah, hanya saja kendala gaji dan harga, dan satualasan lain adalah pemain-pemain bintang itu lebih memilih tim yang lebih meyakinkan meraih tropy. Liverpool ini tim besar, tapi untuk para pemain besar tidak terlalu meyakinkan untuk mereka berlabuh. Bahkan pemain-pemain yang besar di Liverpool pun memilih hengkang dari Liverpool menuju ke tim yang lebih memilikki kans untuk merengkuh gelar juara. Tapi Gerrard tetap loyal. Ia bermain untuk Liverpool saja sudah sebuah mimpi yang menjadi nyata, selebihnya bonus.

Gerrard hengkang ini bukan tanpa alasan. Anda pasti ingat hengkangnya Lampard dari Chelsea, rasanya mungkin meyedihkan lantaran kontrak tak diperpanjang. Tapi, Lampard sudah merengkuh banyak gelar bersama Chelsea, jadi mungkin cukup memuaskan bagi dirinya sendiri maupun fans. Kalau Gerrard? Barena Brendan orang baru di Liverpool, maka ia tidak mau kurang ajar sama Gerrard. Beda dengan SAF, ia mau pasang Scholes, Giggs, atau Neville sesuai porsi, sang pemain oke-oke saja, karena mereka diasuh sejak awal, SAF ini ibarat ayah. Bagaimana dengan Gerrard dengan Berndan? Anda ingat Shelvey pindah ke Swansea? Ya, Brendan mengatakan pada Shelvey bahwa ia akan kesulitan mendapatkan tempat apabila tetap bertahan di Liverpool, karena tempat ia bermain diisi oleh sang kapten. Ini omong kosong, menurut saya. Brendan ini orangnya tidak mau menyakiti hati pemain, jadi bicaranya manis. Sama kaya kapten, sebenarnya BR sudah ingin Gerrard jarang dimainkan, karena performanya naik turun sebagai gelandang bertahan. Padahal kan Gerrard posisinya sebagai gelandang serang. Ya, saya sudah menduga bahwa gelandang serang akan ditempati oleh Coutinho, karena umpan-umpannya ciamik. Karena Gerrard tidak mungkin dicadangkan, jadi musim lalu ia resmi jadi gelandang bertahan. Dan parahnya, musim ini performa Gerrard sebagai gelandang bertahan menurun. BR kayaknya pusing, mau tidak menurunkan Gerrard tapi kok rasanya kurang ajar, menurunkan Gerrard mainnya kurang memuaskan. Alhasil, Gerrard sering diaminkan oleh BR. Efeknya, fans Liverpool mendadak berkelakukan kayak fans Madrid. Pertanyaan yang sama selau muncul ketika Gerrard main, yaitu: kenapa Gerrard dimainkan? Susah benar bagi BR untuk memperlakukan Gerrard sebagai pemain. Akhirnya BR memberanikan diri mengatakan pada Gerrard untuk memainkannya secara berkala, dan Gerrard memutuskan untuk hengkang karena tetap ingin bermain full. Gerrard tahu dirilah, dari pada jadi penggembira lebih baik main bola di negeri orang, asal tidak bertanding melawan Liverpool saja. Nah, itulah yang menjadi alasan Gerrard untuk tidak membela Liverpool sampai pensiun, karena ia ingin bermain full dan tidak hanya sebagai penggembira tim. Padahal menurut saya, posisi terbaik Gerrard itu ya sebagai gelandang serang. Kemarin pas Liverpool melawan Palace, meski kalah, Gerrard digeser ke depan, mainnya lumayan keren, dari pada jadi gelandang bertahan yang sering keteteran. Tapi kan ada Coutinho si penyihir kecil. Ya sudahlah, ya memang jatahnya Gerrard sampai sini.

Jadi intinya, Gerrard mendapatkan begitu banyak ucapan tribute dari banyak pemain kelas dunia karena ia bermain di tim yang kans juaranya kalah besar dibandingkan dengan tim-tim lain, tapi ia tetap setia bermain di sana, meski tawaran dari tim-tim besar selalu datang menghampiri. Ketika semua legenda-legenda tim lain mendapatkan banyak tropy, Gerrard selalu mendapatkan cinta dari para fansnya. Sekali lagi, bermain untuk Liverpool adalah impiannya, selebihnya adalah bonus. So, bagi kopites, Gerrard yang terbaik, paling loyal, legenda Liverpool. Tak peduli berapa banyak tropy yang didapatkan Gerrard, yang terpenting seberapa besar cinta yang tercurah dari Gerrard untuk Liverpool. Mungkin legenda lain yang akan mendapatkan tribute yang sama bahkan lebih adalah Totti, karena ia begitu loyal, meski, yah, Roma juga hobi puasa gelar. Over all, you’ll never walk alone, Steve Gerrard Gerrard.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s