Ngestafet The Prime Minister And I

Sumber Foto:www.pinterest.com

Sumber Foto:www.pinterest.com

Hmm … estafet menyaksikkan darama korea. Saya merasa hidup saya sungguh sungguh nggak penting. Pola tidur juga berantakan. Ah sudahlah. Saya akan menceritakan kegiatan terakhir saya dalam menyaksikkan drama Korea. The Perime Minister and I, drama Korea yang berjumlah 17 episode ini menceritakan perkawinan kontrak antara perdana menteri termuda yang berusia 43 tahun, Kwon Yool (Lee Boom So), dengan seorang wartawan ‘katakanlah’ infotainment, Nam Da Jung (Im Yoona). Mereka harus menikah karena salah satu tabloid menggosipkan Kwon Yool, sehingga kedudukan perdana menteri yang di depan mata hampir lepas. Sebenarnya mereka hanya mengaku pacaran di depan umum, namun karena ayah Da Jung meminta agar putrinya menikah, maka sang Perdana Menteri harus bertanggung jawab dan menikahi Da Jung. Konflik pun dimulai, dari Da Jung mengurusi tiga anak Kwon Yool; perseteruan unik Kwon Yool dan Da Jung; pembalasan dendam tangan kanan Kwon Yool pada Kwoon Yool; sekretaris Kwon Yool yang memutuskan berhenti karena merasa sekian lama bertepuk sebelah tangan; hingga kenyataan bahwa istri Kwon Yool ternyata masih hidup. Hmm … konfliknya, sih lumayan kompleks.

Saya harap setelah drama ini saya enggan untuk menghabiskan waktu demi memenye-menyekan diri seperti ini. Saya rasa drama ini cukup bagus, tapi sejujurnya nggak terlalu menguras emosi. Di episode-episode awal, drama ini lebih banyak menyuguhkan lelucin-lelucon dengan bayangan angan-anagn Da Jung. Setiap preview episode selanjutya selalu membuat penarasaran, tapi setelah menyaksikkan episodenya, tidak sepenasaran previewnya. Setiap adegan yang mengagetkan pun sering dikemas secara flashback, misal pada scene melamun, yang dilamunkan adalah kejadian sebelumnya yang ingin menunjukkan bahwa “ternyata gitu”. Lelucon-lelucon yang ada di awal episode juga nggak ditemukan lagi di episode-episode akhir. Salah satu yang membuat penasaran adalah ketika istri asli Perdana Menteri ternyata masih hidup, dan penyelesaiannya adalah anak-anak boleh berjumpa kembali dengan ibunya, namun Perdana Menteri nggak akan menerima istrinya sebagai istri lagi, karena ia telah jatuh cinta pada Da Jung. Hubungan perdana Mentri dan Da Jung pun harus berpisah dan kembali lagi dengan perkenalan yang lebih manis, yaitu Da Jung sebagai penulis yang berencana akan menulis novel dengan judul The Prime Minister and I.

Fokus episodenya pun lebih mengarah pada hubungan Da Jung dan Kwon Yool. Kayaknya wartawan-wartawan hanya pelengkap saja. Dan saya merasa drama ini nggak padat-padat amat; ringan dan lumayanlah. Chae Jung An ikut, wanita yang saya lihat di drama When The Man Fall In Love, turut serta di drama ini. Yah, perannya sebagai pencinta yang tak terbalas cintanya (lagi). Saya jadi amat prihatin. Selain itu, tokoh Da Jung seperti bertransformasi menjadi wanita dewasa yang sebelumnya menjadi wanita yang amat ceroboh. Entah kok dibuat seperti itu, mungkin karena jatuh cinta. #Alah. Saya pikir kawin kontrak antara Kwon Yool dan Da Jung akan menjadi sebuah bumerang bagi Perdana Menteri, ternyata hanya bocor pada ayah Da Jung saja. Perdana Menteri mengundurkan diri karena kebijakannya sering ditentang oleh Presiden karena tidak menguntungkan.

Awalnya saya merasa drama ini mirip sekali dengan Full House, cinta yang bersemi seiring waktu dari kisah kawin kontrak. Tapi nggak bisa dipungkiri, kalau drama ini beda dengan Full Hous, konfliknya lebih kompleks dan mengambil latar pemerintahan, sayangnya saya merasa kurang padat. Menurut saya, story telling drama ini kurang memberi kenikmatan, dari kecelakaan mobil yang nggak dijelasin di awal; siapa sebenarnya jari diri tangan kanan Kwon Yool; serta muncul kembali istri Kwoon Yool. Saya merasa story telling-nya, kok mirip mirip sinetron dalam negeri dengan menampilkan twist-twist yang ingin menunjukkan kata “oh ternyata” tapi malah terkesan kurang dapet kata “oh ternyata”nya. Berbeda dengan drama Korea lain, di drama ini, adegan ciuman juga cuma ada tiga cipok, yaitu: Da Jung membayangkan Kwon Yool menciumnya; Da Jung terpaksa mencium Kwon Yool karena ada pengawal; dan Kwon Yool terpaksa mencium Da Jung karena ada orang saat mereka membicarakan soal malah pribadi. Over all, The Prime Minister and I lumayan enak disaksikkan sebagai hiburan yang nggak perlu estafet seperti saya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s