Berani Mencoba Hal Baru

Sumber Foto: Twitternya Hitam Putih T7

Sumber Foto: Twitternya Hitam Putih T7

Sudah lama saya nggak punya yang namanya kuota internet. Uang juga nggak punya. Duh, mentok, deh hidup saya. Tapi ketika berganti bulan, saya merasa asa untuk mempunyai koneksi ada lagi. Dan ternyata minggu pertama saya bisa beli kuota. Banyak sekali yang ingin saya bagi, setidaknya ingin saya curahkan agar merasa lega. Mengisi blog ini rasanya seperti sebuah terapi menulis bagi saya yang merasa ingin sekali mencurahkan apa yang ingin saya curahkan. Mungkin mencurahkan di blog ini cukuplah, ya, yang penting paham koridor apa saja yang pantas dibagi. Tapi saya punya satu masalah, nih, yaitu beberapa huruf di keyboard saya mokat, grupnya ‘p’ dan sederetnya. Saya aja ngetiknya ngopi-ngopi huruf gitu. Kampret memang. Tapi, ya, sudahlah.

Hmm … saat ini saya menyandang sebagai seorang pengangguran. Saya baru mau mulai mencari pekerjaan setelah sekian lama nganggur demi memuaskan hasrat jiwa anak muda. Dan pada saat ini pula saya baru mengetahui bahwa apa yang akan saya kerjakan saya nggak tahu. Teman-teman saya selalu berujar, ‘jangan pilih-pilih pekerjaan.’ Hmm … sejujurnya saya memang pilih-pilih pekerjaan. Bukan menginginkan pekerjaan yang gajinya besar dengan kerja yang enak-enak saja, tapi saya pilih pekerjaan yang sepertinya saya mampu kerjakan. Dan setelah saya pilih pilih, ternyata saya nggak tahu apa yang saya bisa kerjakan. Oh my world, welcome to the jungle.

Semua pekerjaan yang saya cari adalah di luar bidang perkuliahan saya. Aih, pantas sajalah kalau nggak ada yang bisa saya kerjakan, lha wong semua lowongan itu adalah lowongan di mana sama sekali belum saya pahami. Misalnya lowongan yang paling saya temukan, ya, eksekutif marketing, yang kerjanya mengatur pemasaran dengan beragam target yang mana kalau nggak sesuai target harus potong gaji atau katanya malah nombok. Atau pekerjaan yang mana menawarkan jasa asuransi, entah apa namanaya saya lupa, yang mana sungguh membuat saya ragu kalau kalau saya nggak dapet pelanggan, saya nggak dapet duit. Atau konsultan keungan mirip Marry Riana, gitu juga sering saya temukan lowongannya, yang mana saya juga ragu bakal bisa apa nggak. Aduh, aduh, aduh … gini, nih, kalau kuliah nggak tahu tujuan kuliah buat apa. Pendidikan itu penting, tapi tujuan pendidikan itu lebih penting dari pedidikan itu sendiri. Seperti saya dulu yang sudah berulang kali mendaftar di jurusan bahasa inggris, e masuknya di jurusan yang sama sekali saya nggak paham. Semasa kuliah saya terseok seok, paling bego pula, duh! Tapi kerennnya saya bisa habiskan perkuliahan perkuliahan, dan lumayan banyak mendulang pemahaman. Semangat banget, kan. Heuheuheu.

Pilihan terbaik buat saya memang sebaiknya bekerja sesuai bidang perkuliahan saya, jelas gitu apa yang akan saya kerjakan. Tapi kenyataannya, saya belum bersedia, sih, ya. Sejujurnya bukan saya nggak mau, tapi saya belum mau saja, karena saya ingin mengejar pekerjaan yang benar benar nyata bayarannya, tapi kerja apa, ya? Pilih pilih pekerjaan lagi kan, emang kampret. Hahaha. Intinya, sih, berani, yakin, jalani. Bener, nggak? Sudahlah, ya, nggak usah mikirin nanti gimana, bisa nggaknya, learning by doing ajalah. Kalau terlalu banyak mikir tanpa action, ya, hasilnya nol. Kalau nggak nyoba dulu, mana tahu hasilnya, ya nggak! Om Dedy bilang, cobalah hal baru meski nggak suka. Selain dapet pengalaman baru, siapa tahu bisa suka nantinya. Pokoknya: Berani! Hajar! Semangat! Jangan lupa, ya, guys, perjuangan dan doa. Jangan gentar! Kau tak sendiri,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s