Hari Ini Untuk Masa Depan

Sumber Foto dari kampleng.com

Sumber Foto dari kampleng.com

Ingin menjadi apa, setelah dewasa …

Ingin menjadi apa, tak terbayangkan …

Dreaming, semoga mimpiku jadi nyata …

Jika kau tahu penggalan lirik lagu tersebut, usiamu menjulang tinggi masa kecilmu penuh mimpi, Kawan. Ya, penggalan lagu opening princess Gigi Minky Momo ini sering saya dengar pada era 90an. Katanya juga, sih, tahun 80an anime Minky Momo juga sempat diputar, tapi saya tidak tahu pastinya, sih, lha wong saya bukan angkatan selawas itu. #Alah. Pokoknya anime ini menceritakan princess Gigi yang bisa menjelma menjadi orang orang dewasa beraneka profesi. Ending anime ini pun cukup menyedihkan, ya, yaitu princess Gigi ketabrak truk. Duh, kasian. #Alah

Sumber Foto dari id.wikipedia.org

Sumber Foto dari id.wikipedia.org

Waktu kecil dulu, kita sering mendapatkan pertanyaan dari orang orang tentang keinginan menjadi apa saat dewasa nanti. Jawaban yang amat klise adalah menjadi dokter, polisi, ABRI, pilot, presiden, dan lain sebagainya. Referensi untuk menjadi apa memang begitu minim, tapi begitulah kenyataannya. Sejujurnya, waktu kecil dulu saya cukup kesulitan kalau ditanya besok saat dewasa ingin menjadi apa, karena memang referensi tentang profesi begitu minim. Tapi sejujurnya, saya sempat mempunyai keinginan yang saat ini malah menjadi keinginan saya. Jadi apa? Hmm … saya tidak percaya diri menceritakan mimpi mimpi. Saya tipikal yang suka memendam keinginan, dan baru berani mengatakan kalau sudah terbukti.

Mimpi itu adalah hak semua anak dan semua orang. Temukan potensi diri, dan perjuangkan terus. Katanya, sih, gitu. Tapi sejujurnya saya sempat mampet, sebenarnya saya ini mau jadi apa? Hmm … seperti penggalan lagu Minky Momo tersebut, tentang ingin menjadi apa setelah dewasa, ingin menjadi apa benar benar tak terbayangkan. Masa kecil dulu saja punya mimpi saja masih mending, bener bener tak terbayang, deh, dewasa kelak menjadi apa. Dan sekarang saya sudah dewasa, saya masih belum jadi apa apa. Memang benar, sih, dulu sempat terlintas keinginan akan menjadi sesuatu yang saya impikan tersebut, dan malah dewasanya benar benar itu, deh, kayaknya keinginan saya. Tapi sudah usia segini masih belum jadi apa apa, Jack. Mungkin karena sadarnya baru baru ini saja, sih. Faktor lain belum bisa meraih apa yang saya inginkan karena saya belum memperjuangkan secara mati matian. Trial eror trial erornya belum maksimal, Gank.

Menjadi berumur itu susah, Bray. Pengennya, sih, meraih mimpi yang mana ada duitnya, tapi ternyata tidak semudah itu, Jack. But, tidak menutup kemungkinan juga jika mimpi sudah teraih malah bisa dijadikan sumber kehidupan. Duh, baiknya hidup realistis atau tetap hidup bergelimang mimpi, sih? Kayaknya, sih, pilihan bijak adalah mencari main income dan soul income secara bersamaan. Jadi memanfaatkan waktu sebaik baik baik baiknya, Brur. Gunakan waktu buat cari duit, dan gunakan waktu sisanya buat meraih mimpi cari kepuasan batin. Tapi tapi tapi, cari kerjaan di zaman sekarang susah, Gaes─maksudnya mendapatkan pekerjaan, ya. Kondisi ekonomi sedang buruk. Dolar amat perkasa. Biaya produksi para perusahaan melonjak. Akibatnya banyak yang gulung tikar, phk di mana mana pula. Susahlah. Tapi bukan alasan juga, sih, buat kita untuk diam diri tanpa melakukan sesuatu. Tetep berusaha, dong. Ya, pilihan terbaik tetap berusaha mencari pekerjaan yang layak sembari mengejar mimpi. Waktu adalah pena, Bro. Itu menurut saya, lho, nggak tahu kalau Mas Anang. #Alah. Asyanti cantik #gagalfokus.

Tapi makin ke sini, makin bingung juga tentang masa depan. Yakin atau tidak apa yang saya lakukan saat ini bisa berakhir baik di masa depan? Masa depan nanti seperti apa? Saya tidak tahu. Hmm … memang benar, banyak orang memikirkan masa depan itu seperti apa, padahal yang paling penting itu bukan memikirkan hal itu secara berlebih. Ngapain coba over thinking mikirin waktu yang mana kita sendiri tidak tahu. Lemes juga kan?

Di tempat saya kerja saat ini, saya berjumpa dengan orang orang yang baik dan passionate terhadap hidup. Beberapa waktu lalu, saya sempat ngobrol dengan kawan saya yang kerja bareng saya. Saya banyak mendengarkan mimpi mimpinya. Katanya ia ingin sekali wirausaha membuka warung makan kecil kecilan. Tapi satu hal yang membuat saya pahami untuk menapak masa depan nanti, yaitu dari hasil perkataan kawan saya tersebut. Mungkin saya terlalu penasaran sehingga tanpa sadar banyak melontarkan pertanyaan bertubi tubi kepadanya.

Dengan enteng ia menjawab. “Kita harus melakukan yang terbaik hari ini, maka masa depan akan mengikuti!”

Yes, singkat, padat, dan berisi. Saya kontan mengangguk anggukkan kepala saya seraya tersenyum lebar. Bener juga! Batin saya. Iya, kadang kita terlalu over thinking tentang masa depan yang belum pasti seperti apa. Kita sibuk membayangkan nanti hidup kita akan bermuara seperti apa. Kita lupa bahwa masa depan itu ditentukan hari ini. Jika kualitas hidup hari ini saja masih kampret, masa depan seperti apa, Jack? Tidak tahu jugalah saya. Tapi ini bisa jadi renungan, sih. Katakanlah saat ini hidup kita masih menye menye. Membuang waktu yang sejatinya amat berharga. Sibuk stalking mantan yang malah membuat perasaan campur aduk. Browsing hal yang menye menye tidak penting sehingga kuota internet habis begitu saja, padahal butuh buat searching info info penting terkait pekerjaan atau mimpi. Atau malah kebanyakan nonton acara tidak penting di layar kaca. E ndilalah baru sadarnya saat usia sudah tua saja. Kampret banget, kan? Gak perlu merasa kesindir, Jack, gua juga masih begono kampretnya! Jadi, apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan keadaan di masa depan. Lakukan saja yang terbaik hari ini, masa depan akan mengikuti. Perjuangan tidak akan ingkar janji. Percaya ajalah, biar hidup lebih termotivasi, gitu. Fokus focus focus, do the best. Jangan mudah menyerah, because “The winner is a loser who never quit” quotenya #Hitamputih tuh! So, tidak perlulah over thinking terhadap masa depan, karena … yang mencinta fortune cookies, masa depan tidak akan seburuk itu … hey hey hey. #CahJeketinan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s