Bando Bertanduk Dari Kota Hujan

Sore itu, Camat dan kawan-kawan satu band-nya nongkrong di salah satu taman di kota Bogor─setelah pulang pentas di acara musik pagi di kota tersebut. Tanpa sengaja, ia menemukan sebuah bando bertanduk di taman tersebut. Kontan langsung ia kenakan di kepalanya dan ia pamerkan pada teman-temannya. Setelah puas bermain di taman, mobil yang mereka tumpangi meluncur ke kota Solo. Dan bando bertanduk itu dibawa Camat pulang.

Keesokan harinya, Camat mulai menemui hal aneh. Bulu kuduknya sering merinding tanpa sebab. Perasaannya sering berubah gamang. Malam harinya, ia mengalami tindihen, seperti ada sosok yang menghimpit tubuhnya sehingga tak bisa digerakkan.

Bukan hanya malam itu saja hal itu terjadi, tapi juga malam-malam berikutnya. Puncaknya adalah malam ketiga. Ia merasa tidak bisa tidur, tapi lambat laun ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali. Matanya setengah memicing, tapi semua syaraf tubuhnya tak bisa ia fungsikan. Ia terperanjat ketika samar-samar melihat sosok pria tua bersurban, memakai baju putih, dan berjenggot putih panjang. Perasaan jeri sontak muncul dengan amat kuat dalam dadanya. Rasa gamang yang luar biasa mendera batinnya. Ingin rasanya ia lari dari kamarnya, tapi tubuhnya benar-benar kaku.

                 “Ijinkan saya ikut denganmu, Tuan,” ujar pria tua itu santun.

Mulut Camat masih bungkam. Dadanya kian berdebar kencang. Butir butir keringat jatuh bercucuran. Tubuhnya kian memanas saja. Camat tak tahu apa yang harus ia lakukan.

Lambat laun, sosok pria tua itu menghilang.  Dan tubuh Camat kembali bisa digerakkan. Kontan ia berlari ke kamar ayah dan ibunya karena kepalang takut.

Keesokan harinya, Camat menceritakan semuanya pada bibinya yang mana memiliki indera keenam. Dari penuturan bibinya, sosok pria tua itu mendiami bando yang dibawa oleh Camat. Ada dua cara untuk menanganinya, yaitu mengembalikan bando itu ke muasalnya, yaitu Bogor, atau berkawan dengan sosok itu sebagai pendampingnya. Dan Camat pun memilih mengembalikan bando itu ke tempat asalnya, meskipun harus menempuh perjalanan jauh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s